Langsung ke konten utama

Proposal HUT Tumbak Raya Ke 99




A.   LATAR BELAKANG

Sebagai desa yang memiliki sejarah, potensi sumber daya serta tradisi yang unik, Tumbak perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua komponen. Terletak di semenanjung tandus pasir hitam dipesisir Tenggara Minahasa, Tumbak sangat strategis bagi penduduknya untuk mengelola potensi yang ada. Sejak berdiri, hingga kini penduduk Tumbak 80% berorientasi sebagai nelayan. Menariknya, keberadaan desa ini mulai menjadi perhatian banyak kalangan karena alam laut dan tradisi masyarakatnya yang khas.

Untuk mengingatkan masyarakat Tumbak atas pentingnya menjaga desa, Pemerintah setempat akan menggelar pesta rakyat pada momen Hari Ulang Tahunnya yang ke 99 tahun 2017. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mengenang perjuangan Syekh Abdusamad Bachdar sebagai tokoh yang telah mendirikan desa ini.

Atas dasar itulah, proposal kegiatan ini dibuat agar menjadi bahan acuan bagi penyelenggara dan segenap elemen yang berkontribusi untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

B.    DASAR KEGIATAN
1.     Program Kerja Pemerintah Desa Tumbak dan Tumbak Madani
2.     Hasil Musyawarah Pemerintah dan Masyarakat kedua Desa
3.     Agenda tahunan

C.    NAMA, TEMA, TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
1.     Nama kegiatan ini adalah Pagelaran HUT Ke 99 Desa Tumbak dan Tumbak Madani Kec. Pusomaen Kab. Minahasa Tenggara
2.     Tema kegiatan yakni “MENEGUHKAN KEMBALI SEMANGAT GOTONG ROYONG; DARI DESA UNTUK INDONESIA”    
3.     Tempat kegiatan berada di lapangan SMA Al Hikam Tumbak, Jaga IV Desa Tumbak
4.     Waktu pelaksanaan:
a)    Untuk kegiatan perlombaan 10 – 20 April 2017
b)    Kerja Bakti dan Malam Doa Bersama 21 April 2017
c)     Ceremoni dan Pertunjukan 22 April 2017

D.   PANITIA DAN PESERTA
Penyelenggara kegiatan ini adalah kerjasama dari Pemerintah dan Masyarakat Desa Tumbak dan Tumbak Madani serta didukung oleh Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Sulawesi Utara. Komposisi panitia kegiatan ini terlampir.

Sementara untuk peserta kegiatan berasal dari masyarakat Tumbak dan Tumbak Madani serta tamu dan Undangan dari luar desa dengan estimasi pada hari puncak dihadiri sebanyak 2.000 undangan.

E.    RINCIAN KEGIATAN
1.     Perlombaan
-          Tarian Senam
-          Layang-layang
-          Tenis Meja
-          Sepak Bola
-          Bola Volly
2.     Kerja Bakti pembersihan kampung
3.     Malam doa sebagai momen pengajian bersama
4.     Ceremoni dan pentas pertunjukan yang menghadirkan Bupati Minahasa Tenggara dan tokoh-tokoh masyarakat. (Rincian mata acara terlampir)

F.     ESTIMASI DANA
Untuk kegiatan ini membutuhkan dana sebesar Rp. 66.000.000 (Enam Puluh Enam Juta Rupiah) dengan rincian sebagaimana terlampir

G.   PENUTUP
Demikian Proposal Kegiatan ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Tumbak, 05 April 2017
PANITIA PELAKSANA



Iskandar Umaternate                                             TaufikBilfagih, S. Sos. Msi
                        Ketua                                                                                       Sekretaris

Mengetahui,
PEMERINTAH DESA




Hi. Ahmad Abidolo                                                Muhammad Ibrahim
HukumTuaTumbak                                                    HukumTuaTumbakMadani

PENASEHAT TUMBAK & TUMBAK MADANI




H. MuhsinBilfagih, S. Pd, M. Ed

StafKhususBupatiMitra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surga Tumbak dan Tumbak Madani

OLEH PRIYANTONO OEMAR Dilaokku kallumangku Ma bukoknu busayangku lepaku Ma bittaknu tummuangku dalleku Irwan Mau (52 tahun) mendendangkan lagu Bajo itu di hadapan kami. Warga Desa Tum bak itu kemudian me nerjemahkan untuk kami. \"Lautku penghidupanku/ Di pundak mu kukayuh bahteraku/ Di perutmu kutemukan rezekiku\'\' Tak berlebihan jika warga Desa Tum bak dan Desa Tumbak Madani di Ke camatan Pusomaen, Minahasa Teng gara, itu menggantungkan hidupnya pada laut. Tak ada lahan pertanian di desa mereka. `\'Desa kami dibangun di tanjung pasir yang tandus, yang tiap bulan selalu ada air pasang dan air surut. Air bersih dialirkan dari desa lain,\'\' ujar Muhammad Ibrahim, hukum tua Desa Tumbak Madani, kepada saya, awal Januari 2016. Syekh Abdul Samad Bachdar, lahir di Gorontalo berayahkan Arab Yaman Syekh Al Haj Husein Bachdar, mem - berikan kesaksian tentang Tumbak lewat syairnya. Tandus pasir merupa tanjung, Cecile dan sempit letaknya lengkung Tiada bert...

Pulau Punten, Tumbak Madani Sangat Memukau

Taman laut tumbak mulai mendunia karena banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi lokasi tersebut. Pemerhati dan pelaku pariwisata di Posumaen, Mario Lontaan, di Ratahan, Minggu mengatakan, Taman Laut Tumbak yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, tepatnya di Kecamatan Posumaen ini bahkan telah tersohor di luar Sulut, karena keindahan bawah lautnya.  "Bahkan ada yang menyebutkan taman laut Tumbak ini, merupakan taman laut terluas di Sulut, dengan berbagai koleksi karang dan jenis ikan, makanya banyak peneliti dari Eropa seperti dari Prancis rutin melakukan penelitian di taman laut ini," katanya. Bagi sebagian warga Sulawesi Utara (Sulut) mungkin tak banyak warganya mengetahui jika kawasan pantai selatan wilayah ini mempunyai taman laut yang memiliki keindahan dan telah mendunia. Koleksi taman laut Tumbak berbagai macam dari hardcoral, dan softcoral yang sangat luas, termasuk hutan kipas laut yang luasnya sekira 300 meter, dan memiliki...

Ikhtisar Tumbak Madani

1.          Nama, arti dan latar belakang Nama Tumbak artinya Tombak, yaitu sejenis senjata yang digunakan dalam perang maupun sebagai alat penangkap ikan atau hewan lain. Nama tersebut diambil dari tunas pohon posi-posi yang banyak terdapat di Tumbak. Tunas tersebut berbentuk menyerupai ujung tombak yang dalam Bahasa setempat dinamakan tumbak. Kisah lain mengatakan konon dahulu ditempat ini terjadi peperangan antara Burger di Belang dan Perompak Mindanow Filipina yang bersenjatakan Panah dan Tombak. 2.         Sejarah pembukaan desa Tumbak Dibuka oleh Abdusamad Bachdar pada tanggal 22 April 1918 atas izin dan tawaran dari Hukum Kedua Belang, Rulan Maringka yang mendapat persetujuan dan pengukuhan dari Hukum Besar Ratahan, Supit. 10 buah perahu soppe beranggotakan 67 orang  dadanakang  (bersaudara) pimpinan Punggawa Tilamuta, Sya’ban Mau adalah cikal bakal penduduk desa Tumbak. Pada tahun...